Minggu, 17 Juni 2012

APBN


ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)

A.    PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN INDONESIA
Dari segi prencanaan pembangunan Indonesia, APBN adalahmerupakan konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu disusun setiap tahun.
Seperti namanya, maka secara garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti dibawah ini :
• Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan oenerimaan pembangunan
• Sedangkan dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran ruin dan pengeluaran pembangunan
APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapar berjalan dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Hal tersebut perlu diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam negeri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya pembangunan Indonesia.
Meskipun dari PELITA ke PELITA jumlah tabungan pemerintah sebagai sumber pembiayan pembangunan terbesar, terus mengalami peningkatan (lihat tabel 5.1) namun kontribusinya terhadap keseluruhan dana pembangunan yang dibutuhkan masih jauh yang diharapkan. Dengan kata lain ketergantungan dana pembangunan terhadap sumber lain, dalam hal ini pinjaman luar negeri, masih cukup besar. Namun demikian mulai tahun terakhir PELITA I, prosentase tabungan pemerintah sudah mulai besar dibanding pinjaman luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari peranan sektor migas yang saat itu sangat dominan, serta dengan dukungan beberapa kebijaksanaan pemerintah dalam masalah perpajakan dan uapaya peningkatan penerimaan negara lainnya. Untuk menghindari terjadimya defisit anggaran pembangunan, Indonesia masih mengupayakan sumber daya dari luar negeri, dan meskipun IGGI ( Inter Govermmental Group On Indonesia ) bukan lagi menjadi forum internasional yang secara formal membantu pembiayaan pembangunan di Indonesia, namun dengan lahirnya CGI (Consoltative Group On Indonesia) kebutuhan pinjaman luar negeri sebagai dana pembangunan masih dapat diharapkan.
B.   PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN

Secara garis besar proses penyusunan anggaran pembangunan di Indonesia sebagai berikut :
 Penyusunan anggaran biasanya menggunakan tahun fiskal dan bukan tahunØ masehi sehingga proses pembangunan oleh Departemen atau Lembaga pemerintah Non Departemen sudah dimulai pada tanggal 1 April tahun yang brsangkutan. Oleh keduanya usulan rencana anggaran diajukan dalam bentuk Daftar Usulan Kegiatan (DUK) bagi anggaran rutin dan dalam bentuk Daftar Usulan Proyek (DUP) untuk anggaran pembangunan.
 Selanjutnya DUK dan DUP tersebut, antara bulan Agustus dan SeptemberØ akan diajukan dan disampaikan ke BAPPENAS dan Ditjen Anggaran – Departemen Keuangan. Selanjutnya DUK dan DUP tersebut akan di proses oleh BAPPENAS antara bulan Oktober hingga Nopember.
 Pada proses tersebut BAPPENAS akan menyesuaikan isi DUK dan DUP denganØ perkiraan penerimaan dalam negeri dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Selanjutnya dalam bulan Desember akan ditentukan batas atas (plafon) anggaran untuk tahun anggaran yang bersangkutan dalam bentuk RAPBN (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
 Pada bulan Januari, setelah RAPBN tersebut dilampiri/disertaiØ keterangan dari pemerintah dengan Nota-Keuangan, akan disampaikan oleh Presiden dihadapan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat guna mendapat persetujuan seperti yang tersirat dalam pasal 23 ayat (1) UUD 1945.
 Selanjutnya RAPBN tersebut akan dibahas oelh DPR bersama-sama denganØ Menteri atau Kedua Lembaga yang bersangkutan melalui Rapat Kerja Komisi APBN.
 Jika dalam pembahasan tersebut dicapai suatu kesepakatam (persetujuan)Ø maka RAPBN untuk tahun anggaran yang bersangkutan tersebut, persetujuannya akan dituangkan dalam Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran.
 Selanjutnya Anggaran yang telah disetujui pemerintah tersebut akanØ dituangkan kembali dalam bentuk Daftar Isian Proyek (DIP) Departemen atau Lembaga Pemerintah yang bersangkutan.
C.   PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
Secara garis besar sumber penerimaan negara berasal dari :
a. Penerimaan dalam negeri
Pertama, penerimaan dalam negeri, untuk tahun-tahun awal setelah masa pemerintahan Orde Baru masih cukup menggantungkan pada penerimaan dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 5.2 berikut ini :
Tabel 5.2
Perbandingan Sumber Penerimaan Dalam Negeri PELITA I – III
(dalam prosentase)
Periode Penerimaan Dari Sektor Migas Penerimaan Dari Sektor Non Migas Penerimaan Bukan Pajak Penerimaan Total
PELITA I
1969/70 – 1973/74 35,7% 59,3% 5,0% 100 %
PELITA II
1974/75 – 1978/79 55,1 40,7 4,2 100
PELITA III
1979/80 – 1983/84 67,2 29,6 3,2 100
Namun dengan mulai tidak menentukannya harga minyak dunia maka mulai disadari bahwa ketergantungan penerimaan dari sekto migas perlu dikurangi. Untuk keperluan itu, maka pemerintah menempuh beberapa kebijaksanaan diantaranya :
• Deregulasi Bidang Perbankan (1 Juni 1983), yakni dengan mengurangi peran bank sentral, serta lebih memberi hak kepada bank pemerintah maupun swasta untuk menentukkan suku bunga deposito dan pinjaman sendiri. Dampak dari deregulasi ini adalah meningkatkan tabugan masyarakat.
• Deregulasi Bidang Perpajakan (UU baru, 1 Januari 1984), untuk memperbaiki penerimaan negara.
• Kebijaksanaan – kebijaksanaan selanjutnya dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan mantap.
b. Penerimaan Pembangunan
Meskipun telah ditempuh berbagai upaya untuk meningkatkan tabungan pemerintah, namun karena laju pembangunan yang demikian cepat, maka dana tersebut masih perlu dilengkapi dengan dan ditunjang dengan dana yang berasal dari luar negeri (hutang bagi Indonesia) tersbut makin meningkat jumlahnya, namun selalu diupayakan suatu mekanisme pemanfaatan dengan perioritas sektor – sektor yang lebih produktif. Dengan demikian bantuan luar negeri tersebut dapat dikelola dengan baik (terutama dalam hal pengembalian cicilan pokok dan bunganya)
D. PERKIRAAN PENGELUARAN NEGARA

Secara garis besar, ppengeluaran negara dikelompokan menjadi 2 yakni :
 Pengeluaran Rutinv
Pengeluaran rutin negara, adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu adalah dan telah terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya :
c. Pengeluaran untuk belanja pegawai
d. Pengeluaran untuk belanja barang
e. Pengeluaran subsidi daerah otonom
f. Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
g. Pengeluaran lainnya
 Pengeluaran pembangunanv
Secara garis besar, yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantaranya adalah :
• Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen / lembaga negara, diantaranya untuk membiayai proyek – proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing – masing departemen / negara bersangkutan.
• Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I dan II)
• Pengeluaran pembangunan lainnya.
E. DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA

Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal – hal tersebut adalah :
1. Penerimaan Dalam Negeri Dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
• Produksi minyak rata-rata perhari
• Harga rata-rata ekspor minyak mentah
2. Penerimaan Dalam Negeri Diluar Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
• Pajak penghasilan
• Pajak pertambahan nilai
• Bea masuk
• Cukai
• Pajak ekspor
• Pajak bumi dan banguan
• Bea materai
• Pajak lainnya
• Penerimaan bukan pajak
• Penerimaan dari hasil penjualan BBM
3. Penerimaan Pembangunan
Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek

Jumat, 15 Juni 2012

kecanduan internet (kasus internet)



KASUS KECANDUAN INTERNET
Lebih 500.000 warga Jerman dikategorikan kecanduan internet. Penderitanya menunjukan simptoma seperti kecanduan alkohol atau narkoba. Sebuah generasi kini terancam terinfeksi wabah baru itu.
Laporan aktual pemerimtah Jerman menyangkut kasus kecanduan menyebutkan, lebih setengah juta warga pada kisaran umur 14 hingga 64 tahun mengidap kecanduan internet. Sekitar 250.000 pecandu internet adalah remaja berusia antara 14 hingga 24 tahun.
Poster kampanye pencegahan kecanduan internet.
Remaja lelaki lebih berisiko kecanduan games internet, papar laporan itu. Tapi yang juga menarik, kaum perempuan lebih banyak yang mengidap kecanduan surifing di jejaring sosial ketimbang lelaki. Lebih 2.5 juta warga Jerman dikategorikan mengalami masalah terkait penggunaan internet.
"Penderitanya menunjukkan gejala yang sama seperti pecandu minuman keras atau narkoba", kata Michael Bender, dokter kepala bagian psikiatri, psikosomatis dan psikoterapi di rumah sakit Rhein-Jura. Banyak pencandu menderita apa yang disebut gejala nagih. Dalam arti, pecandunya merasa tanpa internet mereka tidak punya gairah hidup lagi.
Keluar dari kehidupan nyata
Pecandu internet sering memutus kontak dengan keluarga dan teman-teman dalam dunia nyata. Makan dan tidur tidak lagi jadi kebutuhan prioritas. Ritme kehidupan siang dan malam menjadi terbalik atau tidak jelas lagi batasnya. Pikiran pertama ketika bangun tidur adalah, cepat hidupkan komputer dan segera online.
"Banyak yang menyadari, mereka mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Mereka tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet", kata Bender.
http://www.dw.de/image/0,,15991201_402,00.jpg
Christoph Möller pakar psikiatri anak-anak.
Sebetulnya aktivitas tinggi penggunaan internet, tidak berarti otomati penggunanya dianggap kecanduan. Begitu penjelasan Christoph Möller, dokter kepala di bagian psikiatri anak-anak dan remaja di rumah sakit anak-anak Hannover.
"Yang kritis adalah, jika orang itu menderita atau memicu kerugian, jika ia tidak lagi pergi ke sekolah dan mengabaikan kontak sosial", paparnya.
Seperti pada kasus kecanduan narkoba, para pecandu internet juga seringkali menunjukkan gejala ikutan psikis, seperti depresi atau rasa takut tidak beralasan. Karena itu, penderita terus menerus mencari pemuasan di internet, untuk hal-hal yang dalam dunia real tidak bisa lagi dilakukannya.
Juga tipikal lainnya, orang-orang dengan kecenderungan depresif, akan menenggelamkan diri ke jalur internet, dan di sana mengembangkan kecanduannya. Seringkali pelepasan stress dan perasaan tidak nyaman, dikompensasi dengan intensitas tinggi penggunaan internet.
Belajar bergaul dengan medium internet
Penyakit kecanduan internet, sejauh ini oleh dunia kedokteran belum dianggap jenis penyakit yang berdiri sendiri. Melainkan merupakan bagian dari psikologi dan psikiatri.
"Kami merupakan pionir di bidang ini", kata Möller. Pada 2008 dibuka bagian rawat jalan kecanduan games pertama di seluruh Jerman di rumah sakit untuk kedokteran psikomatis di Universitas Mainz. Saat ini instalasi serupa juga sudah dibuka di berbagai kota di Jerman.
http://www.dw.de/image/0,,15988420_401,00.jpg
Bagi remaja surfing internet adalah kegiatan harian dimanapun mereka berada.
Para pasien dalam terapi itu harus belajar lagi dari awal, bagaimana bergaul secara sehat dan logis dengan medium internet. Selain itu, pasien juga harus kembali secara sadar menjaga kesehatan tubuhnya serta mencari hobby baru.
Lewat praktek selama masa terapi, sejumlah pasien secara perlahan dapat kemballi berintegrasi ke dunia kerja. Akan tetapi, para pasien sebetulnya bergerak dalam bidang perbatasan amat baur. "Sebab di abad ke 21, baik di bidang kerja maupun secara pribadi, orang tidak bisa lepas dari internet", kata Michael Bender dari rumah sakit Rhein-Jura.
Sementara itu Christoph Möller mengimbau orang tua, agar menyingkirkan komputer dari kamar tidur anak-anak. Sebab anak-anak memerlukan citra pancaindera seluas mungkin bagi perkembangannya. Tapi diakui, di zaman informasi ini tidak selalu mudah bagi orang tua untuk tampil sebagai panutan.

TANGGAPAN :
Menuru saya ,kenal dengan internet itu wajib, karena internet bisa menajdi sebagian sumber berita yang aktual ,dan memudahkan kita .
tetapi menomor satu kan internet itu tidak mesti dan tidak wajar, karena internet  pasti akan menimbulkan rasa kecanduan, dan jika orang itu sudah kecanduan internet sangat berbahaya untuk dirinya sendiri, Karna dia akan selalu menggunakan dan menomor satu kan internet ,untuk mencari berita atau mencari yang mereka cari.
Dan seperti artikel di atas ,jika orang itu sudah tercandu oleh internet , bangun tidur bukan langsung berbegegas untuk mandi atau sarapan ,tetapi yang pertama mereka lakukan ketika bangun tidur itu adalah menghidupan komputer , dan itu lah ciri orang yang sudah kecanduan internet ,dan itu sangat tidak baik untuk kehidupan se hari hari .
Sumber :

kecanduan internet ( kasus internet )



KASUS KECANDUAN INTERNET
Lebih 500.000 warga Jerman dikategorikan kecanduan internet. Penderitanya menunjukan simptoma seperti kecanduan alkohol atau narkoba. Sebuah generasi kini terancam terinfeksi wabah baru itu.
Laporan aktual pemerimtah Jerman menyangkut kasus kecanduan menyebutkan, lebih setengah juta warga pada kisaran umur 14 hingga 64 tahun mengidap kecanduan internet. Sekitar 250.000 pecandu internet adalah remaja berusia antara 14 hingga 24 tahun.
Poster kampanye pencegahan kecanduan internet.
Remaja lelaki lebih berisiko kecanduan games internet, papar laporan itu. Tapi yang juga menarik, kaum perempuan lebih banyak yang mengidap kecanduan surifing di jejaring sosial ketimbang lelaki. Lebih 2.5 juta warga Jerman dikategorikan mengalami masalah terkait penggunaan internet.
"Penderitanya menunjukkan gejala yang sama seperti pecandu minuman keras atau narkoba", kata Michael Bender, dokter kepala bagian psikiatri, psikosomatis dan psikoterapi di rumah sakit Rhein-Jura. Banyak pencandu menderita apa yang disebut gejala nagih. Dalam arti, pecandunya merasa tanpa internet mereka tidak punya gairah hidup lagi.
Keluar dari kehidupan nyata
Pecandu internet sering memutus kontak dengan keluarga dan teman-teman dalam dunia nyata. Makan dan tidur tidak lagi jadi kebutuhan prioritas. Ritme kehidupan siang dan malam menjadi terbalik atau tidak jelas lagi batasnya. Pikiran pertama ketika bangun tidur adalah, cepat hidupkan komputer dan segera online.
"Banyak yang menyadari, mereka mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Mereka tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet", kata Bender.
http://www.dw.de/image/0,,15991201_402,00.jpg
Christoph Möller pakar psikiatri anak-anak.
Sebetulnya aktivitas tinggi penggunaan internet, tidak berarti otomati penggunanya dianggap kecanduan. Begitu penjelasan Christoph Möller, dokter kepala di bagian psikiatri anak-anak dan remaja di rumah sakit anak-anak Hannover.
"Yang kritis adalah, jika orang itu menderita atau memicu kerugian, jika ia tidak lagi pergi ke sekolah dan mengabaikan kontak sosial", paparnya.
Seperti pada kasus kecanduan narkoba, para pecandu internet juga seringkali menunjukkan gejala ikutan psikis, seperti depresi atau rasa takut tidak beralasan. Karena itu, penderita terus menerus mencari pemuasan di internet, untuk hal-hal yang dalam dunia real tidak bisa lagi dilakukannya.
Juga tipikal lainnya, orang-orang dengan kecenderungan depresif, akan menenggelamkan diri ke jalur internet, dan di sana mengembangkan kecanduannya. Seringkali pelepasan stress dan perasaan tidak nyaman, dikompensasi dengan intensitas tinggi penggunaan internet.
Belajar bergaul dengan medium internet
Penyakit kecanduan internet, sejauh ini oleh dunia kedokteran belum dianggap jenis penyakit yang berdiri sendiri. Melainkan merupakan bagian dari psikologi dan psikiatri.
"Kami merupakan pionir di bidang ini", kata Möller. Pada 2008 dibuka bagian rawat jalan kecanduan games pertama di seluruh Jerman di rumah sakit untuk kedokteran psikomatis di Universitas Mainz. Saat ini instalasi serupa juga sudah dibuka di berbagai kota di Jerman.
http://www.dw.de/image/0,,15988420_401,00.jpg
Bagi remaja surfing internet adalah kegiatan harian dimanapun mereka berada.
Para pasien dalam terapi itu harus belajar lagi dari awal, bagaimana bergaul secara sehat dan logis dengan medium internet. Selain itu, pasien juga harus kembali secara sadar menjaga kesehatan tubuhnya serta mencari hobby baru.
Lewat praktek selama masa terapi, sejumlah pasien secara perlahan dapat kemballi berintegrasi ke dunia kerja. Akan tetapi, para pasien sebetulnya bergerak dalam bidang perbatasan amat baur. "Sebab di abad ke 21, baik di bidang kerja maupun secara pribadi, orang tidak bisa lepas dari internet", kata Michael Bender dari rumah sakit Rhein-Jura.
Sementara itu Christoph Möller mengimbau orang tua, agar menyingkirkan komputer dari kamar tidur anak-anak. Sebab anak-anak memerlukan citra pancaindera seluas mungkin bagi perkembangannya. Tapi diakui, di zaman informasi ini tidak selalu mudah bagi orang tua untuk tampil sebagai panutan.

TANGGAPAN :
Menuru saya ,kenal dengan internet itu wajib, karena internet bisa menajdi sebagian sumber berita yang aktual ,dan memudahkan kita .
tetapi menomor satu kan internet itu tidak mesti dan tidak wajar, karena internet  pasti akan menimbulkan rasa kecanduan, dan jika orang itu sudah kecanduan internet sangat berbahaya untuk dirinya sendiri, Karna dia akan selalu menggunakan dan menomor satu kan internet ,untuk mencari berita atau mencari yang mereka cari.
Dan seperti artikel di atas ,jika orang itu sudah tercandu oleh internet , bangun tidur bukan langsung berbegegas untuk mandi atau sarapan ,tetapi yang pertama mereka lakukan ketika bangun tidur itu adalah menghidupan komputer , dan itu lah ciri orang yang sudah kecanduan internet ,dan itu sangat tidak baik untuk kehidupan se hari hari .